Rabu, 20 September 2017

A Magical Words "Thank You"




Sebuah kalimat yang  membuat diriku berpikir dua kali, sederhana namun menyentuh lubuk hati. Kalimat yang keluar dari mulut papaku, kalimat yang dua kali beliau ucapkan dalam waktu belakangan ini. Sebuah kata dari “three magical words” yaitu TERIMA KASIH. Entah apa yang membuat kalimat itu terlalu berharga bagiku, mengubah pola pikirku, membuat tekad menjadi anak dan wanita yang lebih baik. Dari ribuan terima kasih yang terucap oleh papa, pertama kalinya kalimat itu membuatku tersentuh ketika aku menyelesaikan sidang Sarjanaku. Mengabari beliau dan mama adalah hal pertama kulakukan. Ketika beliau mengangkat dan mendengar kabar itu ia memberiku selamat dan “terima kasih nak, kamu menyelesaikannya dengan baik”. Saat itu juga aku terdiam dan air mata hendak menerobos keluar, kalimat yang seharusnya aku ucapkan kepada beliau bukan malah sebaliknya. Aku yang seharusnya berterima kasih, karena di 23 tahun hidupku belum bisa memberikan apa- apa, dimana aku seharusnya bisa bekerja sambil kuliah namun beliau memberikan kebebasan untukku untuk tidak bekerja dan menjadi pengangguran sambil kuliah di malam hari. Aku yang merengek meminta sesuatu yang terkadang lupa memikirkan bagaimana kondisi mereka. Aku yang seharusnya berterima kasih karena selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahku disaat teman yang ku junjung lupa akan diriku dan sibuk ketika aku memerlukan mereka. Aku yang seharusnya berterima kasih, namun mendengar kalimat itu keluar dari beliau membuatku lega, membuat semua usaha ku terbayarkan, BAHAGIA tapi merasa bersalah.

Malam ini, kata itu muncul kembali ketika ia meminta ku untuk shalat pada tepat waktu terutama shubuh. Kalian tau, aku manusia yang lebih aktif di tengah malam dibandingkan siang hari, karena terbiasa dari kecil dan hingga kini menjadi kebiasaan untuk tidur larut. Terkadang untuk shalat subuh masih saja terlambat meskipun telah ditelpon dan dibantu alarm yang super keras aku akan susah terbangun. Beliau bilang “Shalat tepat waktu lah nak, kalau tidak papa yang akan berdosa tidak bisa mengajarkanmu shalat pada tepat waktu. Papa berterima kasih kalau kamu mau melakukannya”. Tersadar aku masih jauh dari kata berbakti, aku anak satu – satunya dan aku juga berperan dalam dosa dan pahala beliau. Aku masih jauh dari kata seorang umat yang baik, begitu banyak kekuranganku bahkan shalat saja aku masih saja lalai.



Terima kasih papa dan mama, ku selalu berdoa Allah SWT panjangkan umurmu, sehatkan dirimu dan bahagiakan dirimu agar selalu bersamaku. aku akan berusaha menjadi anak yang berbakti dan baik untukmu. Aku mencintai kalian lebih dari apapun.

Selasa, 25 April 2017

Brand new 23rd y.o !

I    A M    2 3   Y E A R S    O L D    L A D Y



Yea, started from 24th April, 2017 i am officially 23 y.o. You can say that I am not a teenager anymore, not a fully adult too, because i think i am still a high school student soul ~ don't blame me haha. Here the stories of my 23 y.o began, for the first time that i don't have a hope for anything from everyone, since i am in Jakarta all alone. Then my best friend her name Edhelweis always asked me to go to Bandung, since she is staying there  and she asked me since last February but i can't fulfill it because i have an issue with my teeth. Then i get a chance at this weekend when i checked the calendar, my birthday is 24th  April marked as a red date. Finally i planed to spend my birthday with her and of course my tsundere boy, rather be alone at dorm. I get my ticket, usually i rode a train to went there since it cheap enough and comfy too. 

At 23rd April morning, with excitement i went to station and can't wait arrived in Bandung. On my way, Edhelweis remind me that she has a event to follow and i can have a date first with my boy but i actually have a ticklish feeling that i am afraid to be burden on him but i miss him a lot. So he said that he will wait me at his dorm since i will put my bag first at his dorm. With a lot effort and worried because my driver seems clumsy but i am trying to be okay. When i am gonna tell him i will arrived soon, my battery run out. Of course made me panic and luckily i have another battery. 

I called him, and we prepared as soon as possible, oh god! i miss him even he in front of me what a crazy heart. Then we started our date to eat first, since i already starving and he either. We already decided to heading to a steak place, called "KARNIVOR" i love their steak so yumyum. We wait angkot and nothing passing by, there was traffic too and we trying to booked online taxi so nothing accepted too. When i looked at the sky started darker so we decided to using some motorcycle online, separated. You know what? A heavy rain came fastest than i though and the result is my pants and shoes became a pool. I worried about him too, and we met he already not in a good mood since he has OCD but i understand him, i tried to calm his down. We eat deliciously and talk a lot, i always love to talk with him without cell phone or laptop. After a main course we need a dessert, we walked through the city, talk with him and walk together what a romance for me. Then we enter the place, another reason for him not really in mood is we got a bad position seat, since it a crowded there, so we have no choice. After that he suggest we went to korean cafe, what a rare suggestion i've got. so we went there, we waited again and finally full stomach ever. We got home, at night he came to my place with his friends and we make a noodle together. We talked, we laugh together until the midnight 00.00. They already told me to not hoped for anything, i am not but a lil hihi so they just light up a candles for me and blow it. Not long after that they went home.

THE DAY - we already promised to play bowling today, so we met at the place. I dress up with my effort since today is the day. We met and i came for the first time to bowling arena. I got nervous and started to like and know how. What a new experienced for me, thank to them, Adek, Bedul and Him. After that we going around Bandung, Ciwalk and arrived at "LEKKER". Actually i want more spend more quality time with him huhu but maybe still not the right time. We talked but i already sleepy, after we finished everything we went home. Me and Adek already planed to make a dinner, so we went home first. While cooked i always waited for him, We need to optimize our time. But still his face not popped in front of me, arrgh i am start annoyed by him. BUT while i clean the sink, they make a surprised for me!! He held a cake, Adek gave me a spray for birthday party, Bedul recorded everything. How thankful i am, wanna hug each of them, but i can't kwkw. We took the photos and we ate together, what a moment. I never can describe how happy i am, if you know my boyfriend can't express his feeling well, he is so direct and honest with his words so surprise event a rare thing for me. i wanna scream, I LOVE YOU REALLY. Thankyou for everything, thankyou for all past 9 years and we will walk together in the future, thankyou for spend all those time for me. 

HOW GRATEFUL I AM TO HAVE THEM, THANK GOD ~

Shadiq, Edhelweis, Bedul, Me and My Cutie Pie

He is my tsundere with a puffy eyes ~

Kamis, 30 Maret 2017

A cup of coffe ~

Secangkir kopi, beribu makna secangkir kopi bagi mereka yang mengerti. Kopi bagiku bukan hanya sekedar minuman pahit bercampur manisnya gula ataupun susu. Secangkir kopi yang awalnya tak pernah kusukai sama sekali rasanya begitu kuat di lidah. Pelan-pelan rasa pahit itu mengajarkan berbagai arti padaku. Bukan hanya sekedar minuman, kopi memberiku ku sebuah semangat dan rasa optimis menghadapi hari-hari ku, pelan tapi pasti segelas kopi membuatku ketagihan dengan rasanya. 

Kini, kopi bukan hanya sebuah rasa dan penyemangat saja namun sebuah tali khusus penghubung antara aku dan papa. Setiap waktu senggang ku disaat pulang ke rumah,  kami selalu saja mencari waktu untuk mengopi bersama. Bisa saja di cafe ataupun sebuah kedai kopi kecil langganan kami. Dari sebuah kopi, kami menghabiskan waktu bersama dan memulai percakapan yang lebih dalam dibandingkan biasanya. Umurku yang makin dewasa, setiap detik ku jauh dari kedua orang tuaku selalu ada rasa ingin mengerti beliau-beliau lebih dalam, berbagi rasa menanggung hidup bersama. Aku semakin dewasa dan beliau-beliau semakin menua, aku ingin menghabiskan waktuku untuk berbakti kepada mereka. Rasa syukur terbesarku adalah aku lahir dari keluarga kecil yang beliau-beliau ciptakan, tak sesempurna keluarga yang lain namun aku merasa cukup dengan adanya mereka. 

Sebuah kopi yang membuatku menyadari dan memulai untuk mengerti beliau-beliau. Kopi punya makna tersendiri bagiku. Layaknya filosofi sebuah kopi yang ramai orang lain bicarakan di media. Bagiku kopi juga sebagai penghubung dengan orang lain untuk memulai sebuah percakapan. Terutama bagi orang-orang terdekatku. Papa berbicara serius tentang masalah yang tidak pernah beliau bahas di kedai kopi. Hasrat meminum segelas kopi membuat kami lebih sering menghabiskan waktu berdua, karena mama bukanlah tipikal yang menyukai duduk dan bersantai meminum segelas kopi, beliau adalah tipikal workholic dan ibu terbaik yang pernah ada. 

Ku lalui waktu yang berharga bersama papa dan segelas kopi. :)

Kamis, 09 Maret 2017

Oh gigi ku yang malang

-I am a tooth fairy

Bukanlah Tooth fairy atau peri gigi yang kalian bayangkan, karena gue scumalah manusia biasa. Tapi Tooth fairy yang gue maksud adalah di umur gue yang menuju seperempat abad alias 23 tahun, bilanglah masih muda. gue udah kehilangan banyak gigi. Menjadi si bungsu yang perengek membuat gue selalu dibelikan es krim, coklat dan semua jenis permen dalam jumlah yang banyak. Kalau orang tua sekarang selalu membatasi asupan permen atau yang manis-manis ke anaknya, orang tua ngga bisa karena guenya yang akan nangis sampe dapetin permen dan kawan kawan. Dapat dikategorikan gigi gue termasuk yang lemah, seorang dokter pernah mengatakan bahwa di samping permen, itu terjadi karena antibiotik yang gue makan. Jadi gue seorang wanita muda dengan permasalahan gigi.

Hari ini, gue pergi ke dokter gigi dengan niat awal untuk membuat gigi palsu. Sedih sih, diumur segini gue udah kayak nenek-nenek pake gigi palsu, tapi gimana lagi. Sebelumnya, gue kehilangan empat gigi hanya untuk gigi geraham atas dan sekarang sejak sebulan yang lalu, satu gigi lagi retak alias patah setengah pas gue bangun tidur,  itu agak lucu tapi menyedihkan bagi gue.

Gue bangun-bangun ditelpon mama pagi sekitar pukul 05.00 untuk shalat shubuh, disaat itu gue berasa kemakan batu. Tau lah yah, pasti pernah ngerasaain lo lagi makan terus ada yang keras gitu kayak batu. Disitu gue bingung gue belum makan apa-apa tapi ada kayak batu?! Pas gue rasa rasain tau taunya gigi gue patah setengah, antara mau ketawa lagi nelpon tapi gimana gitu. Mama gue pun langsung minta video call saat itu juga.

Benar-benar gue tidak bisa menghadapi dunia ini tanpa gigi palsu, jadi gue memutuskan untuk membuat gigi palsu baru. Ketika gue tiba di sana, dokter memeriksa gigi gue dan menggandakan struktur gigi gue pake gel pink yang dingin. Gel itu di letakkan keatas benda kayak sekop tapi khusus bikin gigi palsu. Gel itu di tekankan ke arah gusi atas dan bawah gue, awalnya dingin dingin gimana gitu, rada ngeri sendiri nanti pas bukaknya gusi gue bakal kebawa ngga. Tapi taunya seru juga, hoho
Nah setelah itu, gue milih nih, warna gigi mana yang cocok dan sesuai dengan gigi asli gue. Setelah itu gue nunggu seminggu proses pembuatannya.

Pemeriksaan gigi ga sampe disitu, setelah itu gue nanya ke dokter "kenapa setiap ku pake floss, gusinya berdarah?" dan dia mengatakan itu karena ada karang gigi, dengan cepat tanggap ngga sampe dalam semenit mama meminta dokter untuk bersihin karang gigi gue. Gue sih sebenernya ngga masalah cuma asal lo tahu? begitu tiba-tiba dan rasanya ngilu ampe ke ubun-ubun ditambah bunyi alatnya nyiiing ~ nyingg ~ gituu....., oh my god! Ini alasannya gue suka deg deg an kalau denger kata dokter gigi. Menit serasa seminggu ketika bersihin karang gigi gue, walaupun sakit tapi mulut gue berasa segar dan lebih bersih. Udah kelar pulang gitu? Nggaaaa, beneran. Tiba - tiba, dokter mengatakan bahwa, ada satu gigi gue yang nanggung kalau ngga dicabut. Wagelaseh...

Oh please lah?! Mama gue lagi dengan gembira senyum manis bilang "yaudah cabut aja dok, nanggung kita bersihin masalah giginya". Realita oh realita ... Ragu tetapi untuk kebaikan gue sendiri, sekali lagi gue mencabut gigi gue dan untungnya ada di bagian gusi bawah dan ngga terlalu kelihatan ketika saya membuka mulut sehingga tidak perlu gigi palsu.

Anda bisa membayangkan rasa sakitnya dan ngilunya?! Sungguh itu benar-benar memberi saya pelajaran, saya harus menggosok gigi sebelum tidur dan merawat kesehatan mulut saya termasuk gigi berharga saya. Gue berjanji ke diri sendiri kalau punya anak nanti bakal rajin bawa ke dokter gigi dan nyuruh doi jaga kesehatan gigi, plus gue batesin makan permen dan sekawanannya. Percayalah menjaga kesehatan mulut itu kudu dan wajib meskipun gue tau malesnya ke kamar mandi abis beraktifitas seharian atau sekedar gosok gigi abis makan.